Mahasiswa S-1 Kesehatan Masyarakat Praktik Pengomposan Sampah

Sampah adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yg berwujud padat atau semi padat berupa zat organik dan atau anorganik bersifat dapat terurai maupun tidak dapat terurai yg dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang ke lingkungan. Sampah berasal dari berbagai sumber, diantaranya pemukiman penduduk, industry atau pabrik, rumah sakit, kegiatan perdagangan, perkebunan dan sebagainya. Sampah dari segi kesehatan, dianggap sebagai sumber perkembangbiakan penyakit dan polusi udara. Dari segi keindahan, sampah sebagai sesuatu yg tidak sedap dipandang (estetika rendah). Dari segi cemaran, sampah dianggap sebagai sumber gas, air limpasan atau panas yg mengganggu.

Mahasiswa Stikes Cendekia Utama regular VI (enam) melaksanakan praktikum laboratorium kesehatan masyarakat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus pada tanggal 14 Juni 2012 untuk mengetahui pengelolaan sampah yg ada di TPA Tanjung Rejo. Para mahasiswa didampingi dengan dosen wali dan pendamping lapangan, Bapak Jumari diterima dengan baik dikantor TPA untuk mendapatkan pengarahan dari pihak TPA.

TPA Tanjungrejo sebagai sarana akhir penampung sampah di Kabupaten Kudus menerima sampah dari berbagai sumber dan melakukan melakukan pengangkutan sampah menggunakan truk sampah pada pagi dan sore hari yang diambil dari gerobak/bank sampah di masing-masing titik pengambilan sampah di masing-masing kelurahan. Sampah yang diangkut oleh petugas (sebanyak 3 orang) diletakkan di beberapa titik untuk dilakukan pengolahan selanjutnya seperti :

Pengeloaan sampah di (TPA) di Tanjungrejo terdiri dari:

1. Pengelolaan Sampah padat

System pengolahan sampah diharapkan menuju sanitary landfill. Bulldozer dan eskavator merupakan mesin yang digunakan untuk pemerataan, pemadatan dan pengerukan sampah. Selain itu juga dilakukan pemilahan sampah organic dan anorganik untuk dilakukan pengolahan sampah cair (leachet) yang terdiri dari bak penampung mulai dari penyaringan sampai proses penghilangan mikroba dan zat kimia yang berbahaya bagi lingkungan

2. Sampah khusus seperti sampah medis dilakukan dengan proses pembakaran dengan menggunakan alat incinerator.

3. Daur ulang sampah dilakukan dengan pengomposan dengan berbagai macam system, seperti teknologi daur ulang, pengomposan menggunakan mesin kompos, pembusukan sampah sampai 15 hari dan penggunaan sistem takakura. Takakura adalah system pengomposan sampah yang ditemukan oleh peneliti dari Jepang bernama Koji Takakura.

Praktikum yang dilakukan oleh mahasiswa semester 6 ini yaitu dengan melakukan pengomposan takakura, yaitu dengan cara memasukkan sampah yg sudah dicacah ke dalam keranjang plastik berventilasi yg sudah dilapisi karpet bekas/karung goni/kain tebal lainnya ditambah dengan sekam basah atau sekam yang sudah diberi air lalu diaduk ditambah dengan tumbukan gula jawa dan ragi tempe dan dibuat bantalan di bagian dasar dan atas sampah. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan jamur sebagai salah satu mikroba pengurai sehingga sampah lebih bisa diaplikasikan oleh masyarakat.

Pembuatan kompos dengan metode takakura sendiri bisa dihasilkan dengan bahan-bahan sampah organik (sisa sayuran), sisa makanan dan bahan-bahan yang dianjurkan menjadi bahan kompos tersebut. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan kompos yang baik dan siap digunakan sebagai pupuk alami, sehingga proses pembuatan kompos dengan metode takakura ini harus memperhatikan cara pembuatan dan perawatan dalam proses tersebut.

Bapak Jumari selaku kepala TPA Tanjungrejo menanamkan kepada masyarakat agar bisa lebih memanfaatkan berbagai barang sebelum dibuang dengan semboyan reduce, reuse dan recycle.

Bahan-bahan yang diperlukan:

1. keranjang plastic berventilasi (tempat pakaian kotor). Ukuran besar atau sedang, lengkap dengan tutupnya.

2. kardus bekas seukuran keranjang plastic.

3. cetok.

4. gabah/ kulit beras/sekam dimasukkan ke dalam kantung dari kain vitrase (2 buah).

5. kompos jadi, dibeli di tempat penjualan bibit yang nantinya dicampur/ diaduk dengan sampah yang sudah dicacah (daun, sayuran, sisa buah).

6. kain tipis/ kain kasa warna hitam sebesar tutup keranjang.

Cara pembuatan:

1. siapkan keranjang plastic berventilasi ukuran (min 30 x 40 x 50 cm).

2. lapisi bagian dalam dengan karton bekas kardus.

3. letakkan bantal berventilasi berisi gabah di bagian dasar keranjang (bantal 1).

4. isi dengan kompos jadi + / setinggi 25 cm.

5. letakkan bantal 2 berisi gabah di atas kompos jadi.

6. tutup dengan kain kasa hitam bersama dengan tutup keranjang.

Cara pengomposan:

1. Sampah-sampah rumah tangga sisa makanan atau sisa dapur ditiriskan agar bebas dari air/ cairan dan bila ada bekas sayuran yang masih panjang-panjang dirajang terlebih dahulu.

2. Setelah dikumpulkan sampah rumah tangga tadi dimasukkan ke dalam keranjang TAKAKURA yang telah disiapkan dicampurkan dalam kompos jadi, dalam keranjang diaduk menggunakan cetok sampai rata. Kemudian letakkan kembali bantal gabah II di atasnya dan tutup kembali keranjang.

3. Sampah-samaph rumah tangga sisa makanan dapur/ sampah organic dibuang setiap hari ke dalam keranjang TAKAKURA.

4. Setelah penuh dan cukup umur, kompos yang sudah matang dari TAKAKURA dikeluarkan untuk kemudian dijemur sampai kering kemudian diayak menjadi kompos jadi. Untuk calon kompos yang belum matang dikembalikan ke keranjang takakura. Digunakan untuk keperluan pemupukan tanaman di halaman rumah sendiri.

Hubungi Kami

Alamat : Jln. Lingkar Raya Kudus - Pati KM.5 Desa Jepang Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus Provinsi Jawa Tengah Indonesia
Telp : (0291) 4248655, 4248656
Fax. : (0291) 4248657
Email : stikescendekiautama@yahoo.co.id
Web : stikescendekiautamakudus.ac.id

social

Secured by Siteground Web Hosting